Pengeluaran Konsumsi Makanan di Jepang Tertinggi Sepanjang 44 Tahun, Capai Rp33 Juta

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Proporsi pengeluaran rumah tangga di Jepang bagi kategori makanan tercatat mencapai level tertinggi sepanjang 44 tahun terakhir. Kondisi ini menjadi bukti nyata terkait dengan meningkatnya tekanan biaya hidup di tengah inflasi yang masih membebani daya beli masyarakat.

Melansir dari CNBC Indonesia, Kementerian Dalam Negeri Jepang merilis sebuah hasil dari survei berupa kenaikan rasio atau yang dikenal dengan koefisien Engel sebesar 0,3 poin dibandingkan tahun sebelumnya, untuk kategori rumah tangga dengan dua orang atau lebih.

Sebelumnya perlu diketahui, Koefisien Engel dipergunakan dalam survei Jepang sebagai bagian dari indikator tingkat kemakmuran rumah tangga. Artinya, rasio yang lebih tinggi secara umum menunjukkan standar hidup yang lebih rendah.

Hal tersebut dikarenakan semakin sedikitnya dana yang tersedia bagi pengeluaran lain seperti di antaranya pada bidang pendidikan atau bahkan sebatas pembelian barang-barang mewah.

Sebuah data dari Family Income and Expenditure Survey menunjukkan bahwa total pengeluaran rumah tangga di Jepang secara rata-rata mencapai di angka JPY 314.001 per bulan atau setara dengan Rp33,3 juta.

Mirisnya, meski pengeluaran mengalami kenaikan, namun hal tersebut tetap tidak sepenuhnya mencerminkan adanya peningkatan daya beli.

Ketika pengeluaran konsumsi makanan tumbuh sebesar 5,5% secara nominal hingga melampaui kenaikan total belanja rumah tangga, namun setelah disesuaikan dengan inflasi konsumsi pangan justru mengalami penurunan hingga 1,2% secara riil.

Dalam catatan di surveinya, konsumen semakin berhati-hati dalam belanja dengan kecenderungan pemilihan produk yang jauh lebih murah hingga mengurangi volume konsumsi. (*)

Komentar