SMJTimes.com – Sebuah data terbaru dari wahana antariksa Juno menunjukkan bahwa planet Jupiter ternyata lebih kecil dan lebih pipih dibandingkan dengan angka yang selama ini dideskripsikan di buku pelajaran.
Melansir dari Detik, temuan tersebut diperoleh dari pengukuran presisi tinggi ketika Juno melakukan pengamatan berupa radio occultation yang selanjutnya dipublikasikan di dalam jurnal Nature Astronomy.
Selama puluhan tahun, ukuran Jupiter yang disebutkan di dalam buku Pelajaran didasarkan pada pengukuran di era wahana Pioneer dan Voyager tahun 1970-an. Namun, data Juno memungkinkan para ilmuwan mengukur radius dan bentuk Jupiter dengan ketelitian yang belum pernah dicapai sebelumnya.
Hasilnya, jari-jari Jupiter di khatulistiwa saat ini diperkirakan sekitar 71.488 kilometer (km), empat km lebih kecil dari nilai lama. Sementara dari kutub ke kutub, ukurannya berkisar antara 66.842 km atau 12 km lebih kecil dari perkiraan sebelumnya.
Data ini juga menegaskan bahwa planet Jupiter lebih pipih di kutub daripada yang diketahui selama ini. Salah satu penulis studi sekaligus ilmuwan planet dari Weizmann Institute of Science bernama Yohai Kaspi menekankan adanya dampak temuan tersebut bagi pendidikan maupun sains.
“Buku pelajaran perlu diperbarui. Ukuran Jupiter tentu tidak berubah, tetapi cara kita mengukurnya kini jauh lebih akurat,” jelas Yohai Kaspi, dikutip Sabtu (07/02/2026).
Menurut tim peneliti, pembaruan angka yang terjadi kini bukan sekadar koreksi kecil. Presisi baru membantu memperbaiki model interior Jupiter, memahami pengaruh rotasi cepat terhadap bentuk planet raksasa gas, hingga meningkatkan pemahaman terkait adanya pembentukan dan evolusi planet serupa di dalam dan luar Tata Surya. (*)











Komentar