Analis Pasar Sebut Konsep Mal TOD Jadi Langkah Baik untuk Tingkatkan Pengunjung

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Seorang analis pasar, tepatnya Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat, mengaku bahwa sejumlah mal yang berani mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD) menjadi salah satu langkah baik yang bisa diterapkan saat ini.

Melansir dari Detik, mal dengan konsep TOD diketahui dapat secara langsung terhubung dengan sejumlah moda transportasi, mulai dari Mass Rapid Transit (MRT), Kereta Rel Listrik (KRL) hingga TransJakarta.

Alasannya, masyarakat menjadi lebih mudah untuk berbelanja tanpa harus repot jalan kaki bahkan menggunakan transportasi online, yang justru dinilai mampu membawa keuntungan yang sangat besar.

“Di mal TOD itu kan orang-orang tuh ulang alik dalam waktu yang cepat, dia akan beli makanan di situ, barang-barang yang kiranya dia butuh cepat dan bisa ditransaksikan cepat, like practice transaction,” jelas Syarifah, dikutip Senin (26/01/2026).

Bahkan, mal yang mengusung konsep TOD bukan tidak mungkin untuk mendapatkan jumlah pengunjung yang bertambah atau membludak lantaran aksesnya yang sangat mudah. Hal ini diketahui mampu menambah nilai transaksi pada sejumlah ritel yang memilih membuka gerainya di mal.

Selain kenyamanan, tarif transportasi umum juga jauh lebih murah daripada menggunakan kendaraan pribadi ataupun transportasi online, sehingga masyarakat tidak lagi perlu memikirkan biaya parkir maupun bensin.

“Saya pikir itu hal yang bagus ya untuk memiliki konsep seperti itu, tapi tetap harus selektif untuk melihat bahwa pola dan segmennya apa, apakah pekerja, ibu rumah tangga, atau anak sekolah, sehingga mata dagang yang di offer di dalam ruang-ruang ritel di TOD bisa sesuai dengan segmen,” katanya. (*)

Komentar