SMJTimes.com – Para arkeolog diketahui memiliki sejumlah alasan tersendiri terkait dengan makam kaisar pertama Cina bernama Qin Shi Huang yang masih belum dibuka hingga selama dua ribu tahun lamanya.
Melansir dari CNBC Indonesia, salah satu alasam tersebut di antaranya adalah lantaran kekhawatiran rusaknya struktur bangunan hingga tidak dapat diperbaiki secara semula. Kerusakan dapat terjadi melalui kadar merkuri di sekitar kuburan yang disebut jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan.
Sejumlah pihak mengungkapkan jika merkuri tersebut berasal dari limbah industri. Namun, anggapan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru berupa apakah para kaisar meminum merkuri dan berpikir untuk memberikan keabadian.
Kemudian, anggapan lainnya muncul dari kemungkinan kaisar yang memerintahkan pembangunan sungai merkuri di sekitar makamnya.
Meski begitu, tidak ada yang pernah membongkar isi di dalam makam kaisar Qin Shi Huang, kecuali seorang sejarawan yang hidup seratus tahun setelahnya, Sima Qian, dengan mendeskripsikan penuhnya artefak langka dan harta karun yang menakjubkan di dalam makam tersebut.
Sejarawan tersebut juga memerintahkan para pengrajin untuk membuat busur dan anak panah yang siap dilepas, yang dapat digunakan bagi mereka yang masuk ke makam.
Perlu diketahui, Kaisar Qin Shi Huang yang merupakan sosok monster tirani dengan keinginan hidup abadi melalui caranya meminum merkuri dicampur anggur itu, memimpin pemerintahan dari masa 221 Sebelum Masehi (SM) hingga 210 SM.
Kaisar ini dikenal atas jasanya membangun sebanyak 8.000 pasukan batu besar atau Tentara Terakota berukuran manusia dengan dilengkapi banyaknya kuda serta kereta perang. Tentara Terakota ini dipercaya mampu melindunginya di alam baka. (*)











Komentar