SMJTimes.com – Seiring dengan lonjakan harga dan kapitalisasi pasar yang kian mendekat, perak diproyeksikan menyalip NVIDIA Corporation hingga menjadi aset dengan valuasi terbesar kedua di dunia setelah emas.
Melansir dari IDN Financials, kapitalisasi pasar perak saat ini mencapai angka 4,220 triliun dolar Amerika Serikat (AS). Angka tersebut hanya terpaut sekitar 8,1% dari NVIDIA yang berada pada capaian 4,592 triliun dolar AS. Sementara, emas berada pada angka 31,598 triliun dolar AS.
“Melihat pergerakan harga saat ini, perak berpeluang menjadi aset paling bernilai kedua di dunia, melampaui NVIDIA,” ujar Sekretaris Nasional India Bullion and Jewellers Association (IBJA), Surendra Mehta, dikutip Jumat (02/01/2025).
Dalam hal ini, Mehta menyebut bahwa selisih harga perak antara bursa logam mulia dan dasar utama di New York, Commodity Exchange, Inc. (Comex) dengan Shanghai Metals Market, kini jauh di atas batas normal di bawah 1 dolar AS.
Hal tersebut menunjukkan terganggunya sistem arbitrase global serta mekanisme penemuan harga (price discovery).
“Harga perak masih berpotensi mengejutkan pasar, karena logam putih ini berpindah dari gudang LBMA (London Bullion Market Association) ke China demi harga yang lebih menarik,” kata Mehta.
Sementara, Analis Komoditas Motilal Oswal Financial Services Ltd., Manav Modi, menyebut bahwa China akan menerapkan pembatasan ekspor perak mulai awal tahun 2026, yang berpotensi memperparah hambatan pasokan global dan menambah tekanan kenaikan harga.
“Ketatnya pasokan logam membuat harga tetap tinggi. Bank-bank bullion besar terpaksa menutup posisi perak kertas dengan perak fisik yang ketersediaannya sangat terbatas, sehingga stok gudang Comex ikut terkuras,” jelas Modi. (*)











Komentar