Migingo, Pulau Terpadat di Dunia Jadi Sumber Sengketa antara Dua Negara

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Sebagai wilayah dengan luas terkecil mencapai hanya 2.000 meter persegi atau setengah dari lapangan sepak bola, Pulau Migingo yang terletak di Danau Victoria, Afrika Timur berhasil menjadi sumber sengketa antara dua negara.

Melansir dari CNBC Indonesia, Pulau Migingo sebagai perairan kaya ikan memiliki letak yang strategis di perbatasan antara Negara Kenya dan Uganda, berhasil menyulut ketegangan politik yang cukup panjang.

Antara Kenya dan Uganda, keduanya saling mengklaim kepemilikan dari pulau ini, bahkan sempat membentuk komite bersama pada 2016 demi menyelesaikan perebutan perbatasan, meski hasil akhirnya buntu.

Kebuntuan berasal dari kedua negara tersebut yang sama-sama merujuk pada suatu peta kolonial era 1920-an. Para warga di antara kedua negara itu juga tak sedikit yang menyebut konflik ini sebagai erang terkecil di Afrika.

“Pulau ini sebenarnya tanah tak bertuan,” ucap salah satu nelayan asal Uganda, Eddison Ouma, dikutip pada Rabu (10/12/2025).

Meski begitu, kehidupan masyarakat di Pulau Migingo tetap berjalan seperti biasanya di tengah sempitnya ruang dan ketidakjelasan hukum yang ada. Di balik infrastruktur yang terbatas, sanitasi buruk dan hukum yang kabur, para nelayan datang dan pergi membawa hasil tangkapan yang laris di pasar internasional.

Hal ini berkat dari praktik ekspor ke Uni Eropa serta lonjakan permintaan ikan Barramundi di Asia, penghasilan masyarakat Pulau Migingo bernilai hingga jutaan dolar lebih.

Namun melihat kesuksesan itu, Pemerintah Uganda mulai mengerahkan polisi bersenjata dan marinir ke Migingo untuk mengenakan pajak kepada nelayan. Sementara, nelayan Kenya mulai mengeluhkan perbuatan pasukan Uganda, seperti pada pemberian tuduhan penangkapan ikan ilegal. (*)

Komentar