Daftar Film Indonesia Paling Senyap di Bawah 1.000 Penonton Sepanjang 2025

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Sebuah platform data analis yang menyajikan informasi seputar film seperti rating hingga box office bernama Cinepoint, merilis sejumlah deretan film Indonesia paling senyap yang tercatat memiliki total penonton di bawah 1.000 orang dalam kurun waktu sepanjang 2025.

Perlu diketahui, kegagalan target jumlah penonton di bioskop tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kontroversi aktor hingga minimnya kualitas produksi dan promosi yang mengakibatkan kerugian besar bagi para produser.

Melansir dari Detik, berikut deretan film Indonesia yang memiliki jumlah penonton di bawah 1.000 sepanjang penayangannya di bioskop, versi Cinepoint.

  1. Gara-Gara Cicilan

Sebuah film drama komedi karya sutradara Surya Darmawan ini mengangkat tentang kehidupan seorang mahasiswa semester akhir bernama Tiara (Diva Pancarani), yang memilih menjadi pelayan shift malam di sebuah kedai kopi demi meringankan beban kedua orang tuanya.

Film yang mengaitkan tentang isu fenomena finansial seperti yang dialami oleh manusia-manusia masa kini itu tayang sejak 9 November, dengan catatan jumlah penjualan tiket mencapai hanya 656 penonton saja.

  1. Parah Bener

Film Parah Bener sempat menjadi perbincangan publik, karena merupakan salah satu karya terakhir dari aktor alm Gary Iskak. Deni Atmaja melahirkan karya ini dengan mengangkat idenya dari sebuah konten YouTube milik Deni Creator.

Berbeda dengan nasibnya di YouTube yang bahkan telah mencapai lebih dari satu juta views, film yang tayang pada Oktober lalu ini hanya mampu menembus angka sebanyak 656 penonton saja sepanjang penayangannya di bioskop.

  1. Korban Jatuh Tempo: Pinjol

Sebuah karya dari sineas lokal Pangkalpinang bernama Beram Ferino, film berjudul Korban Jatuh Tempo: Pinjol ini menyuguhkan tayangan yang cukup menarik dengan perpaduan genre yang di angkat, yaitu komedi dan horor.

Namun, film yang mengangkat kisah anak-anak muda dengan problematiknya terhadap pinjaman online (pinjol) ini justru gagal menarik perhatian penonton dengan hanya mendapatkan penghasilan sebanyak 179 penjualan tiket terhitung sejak awal mula penayangan pada 17 April. (*)

Komentar