SMJTimes.com — Kekayaan kuliner Indonesia tidak bisa dilepaskan dari ragam bumbu masaknya yang unik dan penuh karakter. Setiap daerah memiliki racikan khas yang sudah diwariskan turun-temurun, menciptakan cita rasa yang tidak hanya lezat tetapi juga sarat filosofi dan sejarah.
Melansir dari RRI, salah satu fakta menarik mengenai bumbu masak Nusantara yang membuatnya mendunia adalah keberadaan bumbu dasar yang menjadi fondasi berbagai masakan. Bumbu dasar merah, putih, dan kuning memiliki fungsi berbeda namun saling melengkapi dalam membentuk rasa.
Kombinasi bawang merah, bawang putih, cabai, dan rempah seperti kunyit atau kemiri telah digunakan sejak era kerajaan kuno sebagai penguat rasa sekaligus pengawet alami.
Rempah Nusantara juga dikenal sebagai komoditas berharga yang pernah memicu perjalanan bangsa-bangsa Eropa ke wilayah kepulauan ini. Cengkih, pala, dan lada dari Maluku menjadi daya tarik utama yang menempatkan Indonesia sebagai pusat perdagangan rempah dunia.
Hingga kini, rempah tersebut tetap menjadi unsur penting dalam masakan seperti rendang, gulai, dan sop tradisional. Yang tak kalah menarik, banyak bumbu Nusantara juga memiliki manfaat kesehatan.
Jahe, kunyit, dan serai kerap digunakan dalam masakan sekaligus minuman herbal. Kandungan antioksidan dan antiinflamasi di dalamnya menjadikan bumbu tersebut tidak hanya memberi rasa kuat tetapi juga mendukung imunitas tubuh.
Bumbu Nusantara juga terkenal karena kemampuannya menghasilkan rasa seimbang. Harmoni pedas, gurih, asam, dan manis adalah ciri khas masakan Indonesia, termasuk pada hidangan seperti soto, rawon, hingga sate.
Proses pengolahan yang panjang mulai dari menumis bumbu hingga memadukannya dengan santan atau kaldu membuat masakan semakin kaya dan berlapis.
Dengan kekayaan rempah yang melimpah serta keleluasaan eksplorasi rasa, bumbu masak Nusantara terus menjadi identitas kuliner yang membanggakan dan digemari hingga mancanegara. (*)



Komentar