Hanung Bramantyo Ingin Lebih Banyak Ruang bagi Film Alternatif

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Sutradara Hanung Bramantyo ingin lebih banyak ruang bagi film alternatif agar bisa ditonton lebih banyak orang secara publik. Menurutnya, film-film serupa kurang mendapatkan pasar di Indonesia karena harus bersaing dengan film komersial.

“Sayangnya, para pelaku film festival tersebut saat filmnya rilis di negeri sendiri tidak meraih jumlah penonton yang baik,” ungkap Hanung Bramantyo lewat Instagram setelah menghadiri pertemuan para pelaku film nasional dengan Menbud Fadli Zon serta Wamenbud Giring Ganesha baru-baru ini.

“Hal itu karena ruang tayangnya di tempat komersial, berhadapan dengan film-film industri, baik lokal maupun impor,” lanjutnya.

Pihaknya berharap pemerintah dapat ikut andil dalam mendukung film alternatif Indonesia.Salah satunya, yakni dengan mengupayakan ketersediaan layar dengan lebih banyak art space seperti M Bloc yang berlokasi di Jakarta.

Nantinya, ruang publik yang dibangun tersebut menawarkan bioskop untuk film alternatif dari pelaku industri Indonesia.

Fasilitas ini bisa dibangun di kota-kota yang memiliki potensi besar dalam dunia perfilman di Indonesia, seperti mulai dari Yogyakarta, Bandung, Malang, Purbalingga, Makassar, dan lainnya. Apalagi, kota-kota tersebut secara rutin mengadakan festival film lokal tahunan.

“Menurut saya, selain dukungan fasilitasi produksi dan distribusi, pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan (bisa) membuat ART SPACE seperti M Bloc-Jakarta, tapi menyajikan ruang tonton nyaman bagi pengunjung,” ungkap Hanung.

“Dibangun di kota-kota yang memiliki potensi tinggi akan kreasi budaya seperti Yogyakarta, Bandung, Malang, Surabaya, Purbalingga, Makassar, Bukittinggi, agar film-film alternatif bisa bertemu penonton lebih luas,” lanjutnya lagi. (*)

Komentar