Bagaimana Mimpi Memengaruhi Kualitas Tidur?

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Saat tertidur, kebanyakan dari kita pernah mengalami bermimpi, baik itu mimpi indah maupun mimpi buruk. Meski merupakan suatu hal yang wajar, timbul pertanyaan apakah mimpi secara umum dapat memengaruhi kualitas tidur.

Lantas, sebenarnya lebih baik mana tidur dengan bermimpi atau tidur tanpa bermimpi? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

Bagaimana mimpi bisa memengaruhi tidur?

Selama tidur, orang mengalami siklus tidur ringan (light sleep), tidur nyenyak (deep sleep), and rapid eye movement (REM). Mimpi sebenarnya dapat terjadi pada setiap tahap tidur, namun hal ini paling sering terjadi pada tahapan tidur REM yang terjadi dalam waktu lebih lama menjelang akhir malam.

Tidur REM dikaitkan dengan imajinasi yang jelas. Selain itu, sekitar 20 hingga 25 persen dari tidur malam yang normal adalah tidur REM. Penelitian yang muncul menunjukkan bahwa orang yang terbangun saat bermimpi cenderung merasa seolah-olah mereka tidur lebih nyenyak.

“Jika kualitas tidur buruk maka seseorang mungkin tidak akan bermimpi. Selanjutnya harus diketahui faktor yang menyebabkan penurunan kualitas tidur,” kata psikolog John S Antrobus yang sempat menjadi peneliti tidur di City College of New York, dikutip dari Huffpost.

Sebaliknya, orang yang terbangun dari tahap tidur ringan biasanya tidak bermimpi. Mereka mungkin tidak menyadari bahwa mereka telah tidur dalam waktu yang lama. Kesalahpahaman tentang perasaan terjaga saat tidur ini disebut ‘insomnia paradoks’.

Hal ini juga terjadi pada beberapa orang selama tahap tidur nyenyak yang tidak bermimpi.

“Tidur REM sering kali mengakhiri malam, sehingga mimpi dapat diingat kembali saat bangun di pagi hari. Jika seseorang beralih dari REM ke tahap tidur yang lebih ringan sebelum beralih ke kesadaran, mereka cenderung tidak mengingat mimpinya,” kata Dr. Brandon Peters yang merupakan Pakar Psikiatri Tidur, dilansir dari Sleep Fondation.

Jenis mimpi yang membuat seseorang terbangun juga dapat memengaruhi persepsi tentang kualitas tidur. Secara khusus, mampu mengingat mimpi membuat mereka merasa tidur lebih nyenyak dibandingkan dengan orang-orang yang tidak mengingat mimpi.

Namun, sering mengalami mimpi buruk dapat dikaitkan dengan perasaan subjektif tentang kualitas tidur yang lebih rendah. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami bagaimana mimpi dan kualitas tidur memengaruhi satu sama lain. (*)

Komentar