Mengapa Kapal Selam Titan Diduga Meledak di Bawah Laut?

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Kabar duka diumumkan setelah OceanGate, perusahaan kapal selam Titan menyatakan kematian kelima penumpang. Berdasarkan perkiraan, kapal selam tersebut meledak akibat tekanan bawah laut setelah beberapa hari hilang.

Kapal selam tersebut melakukan ekspedisi yang diikuti oleh 5 turis pada Minggu (18/6). Kapal tersebut mengalami hilang kontak usai menyelam 1 jam 45 menit. Selain itu, Tim pencarian telah menemukan puing kapal di jarak sekitar 200 meter dari Bangkai Titanic. Sehingga, otoritas terkait menyimpulkan bahwa kapal ekspedisi tersebut meledak dan menewaskan para penumpang di dalamnya.

Bagaimana kapal selam bisa meledak?

Kapal selam dirancang untuk melayang dan menahan tekanan bawah laut. Diketahui, tekanan bawah air bisa mencapai 400 kali lipat di kedalaman 12.500 meter. Untuk mencapai bangkai Titanic, kapal selam Titan setidaknya harus menyelam sedalam 3.800 meter. Artinya, tekanan yang dialami sekitar 380 kali lipat.

Dilansir dari CNN Indonesia, Stefan Williams yang merupakan Profesor Robotika Universitas Sydney menjelaskan, kerusakan di bagian lambung kapal bisa mengakibatkan kebocoran. Dengan tekanan sekuat itu, kebocoran dapat memicu ledakan kapal.

“Jika bejana tekan gagal secara dahsyat, itu seperti bom kecil yang meledak. Potensinya adalah semua perangkat keselamatan mungkin hancur dalam proses itu,” terangnya, dikutip The Guardian.

Para ahli mengatakan, kehancuran kapal selam di bawah air akibat ledakan berlangsung singkat, sehingga mungkin tak banyak yang tersisa di tragedi tersebut.

Sampai saat ini, penyelidikan terkait kapal Titan masih berlangsung. Hal ini untuk mengetahui kronologi kecelakan tersebut secara lebih jelas, termasuk apakah kapal sempat bertahan di air kemudian meledak, atau tekanan yang sangat tinggi dan masalah mekanik yang membuat kapal meledak. (*)

Komentar