oleh

Minyak Langka dan Mahal, DPRD Pati: Ada Dugaan Pengusaha Nakal

Pati, SMJTimes.com – Indonesia merupakan negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Berdasarkan data tahun 2021 produksi Crude Palm Oil (CPO) di Indonesia mencapai 46,88 juta ton.

Hal demikian sungguh menjadi ironi jika minyak goreng di Indonesia mengalami kelangkaan. Permasalahan lainnya adalah perihal harga minyak goreng yang juga terlalu mahal.

Peristiwa demikian menjadi sorotan salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Wardjono. Menurutnya ada permainan dari pengusaha yang menyebabkan kelangkaan dan melonjaknya harga minyak goreng.

Minyak Langka dan Mahal, DPRD Pati: Ada Dugaan Pengusaha Nakal

“CPO kelapa sawit sekarang sedang membaik, jadi banyak pengusaha yang menjual ke luar negeri. Selain itu juga saya kira ada pengusaha yang nakal, dengan menimbun minyak goreng. Mereka berharap mendapatkan keuntungan berlipat,” ungkap politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat dihubungi SMJTimes.com, Senin (21/3/2022).

Baca Juga :   Program Sekolah Lapang Didik Petani Lakukan Pertanian Modern

Kondisi demikian tentunya sangat berdampak pada pelaku UMKM yang bergantung pada penggunaan minyak goreng.

Ia beranggapan pedagang-pedagang kecil, seperti penjual gorengan, warung makan, usaha kerupuk dan lainnya sangat terdampak akan kondisi tersebut.

“Minyak goreng itu kebutuhan vital bagi rakyat kecil. UMKM berjumlah jutaan pasti ada yang bergantung pada penggunaan minyak goreng. Suatu keniscayaan pemerintah harus berpihak pada sektor itu,” tambah Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Nurani Keadilan Rakyat (NKRI) tersebut.

Berdasarkan pantauan di salah satu minimarket di kawasan Kalidoro, per hari Senin (21/3/2022), harga minyak goreng kemasan 2 liter mencapai Rp 49.600.

Saat dikonfirmasi pada salah satu pegawai minimarket, stok memang tersedia banyak tetapi untuk harganya mengikuti harga pasar yang berlaku saat ini.

Baca Juga :   Atlet Tenis Muda Pati Maju Kejurnas Bola Tenis

“Stoknya masih banyak Mas, harganya melonjak di kisaran Rp48.000 sampai Rp49.000,” ujar pegawai minimarket bernama Novi Fitri. (*)

Komentar