oleh

Polemik Kades Pati Minta ‘Peremajaan’ Motor

Pati, SMJTimes.com – Usulan terkait ‘peremajaan’ sepeda motor untuk Kepala Desa di Kabupaten Pati menuai pro dan kontra di kalangan dewan dan masyarakat.

Pasalnya, pengajuan kendaraan dinas tersebut ada yang menyetujuinya, ada pula yang menganggapnya tidak efisien, dilihat dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2022 Kabupaten Pati yang cukup mepet.

M Nur Sukarno Anggota Komisi B DPRD Pati mendukung adanya ‘peremajaan’ kendaraan dinas kades, karena usianya yang sudah lebih dari sepuluh tahun.

” Pemerintah Desa (Kepala Desa) sangat membutuhkan alat transoprtasi untuk kebutuhan kerja, baik saat kegiatan di Desa seperti pemantauan, pengawasan di dalam desa, maupun kegiatan Kedinasan di kecamatan maupun Kabupaten, ” ujar Sukarno saat diwawancarai SMJTimes.com via telepon, Jumat (4/3/22).

Baca Juga :   Dewan Pati Berpesan kepada Jurnalis untuk Sajikan Informasi yang Independen

“Kondisi sepeda motor saat ini sudah berumur sepuluh tahun, sehingga perlu ada peremajaan, Dengan usulan dari Paguyuban Kades untuk motor dinas KLX untuk medan pegunungan atau PCX datar, saya rasa itu sah-sah saja, ” imbuhnya.

Polemik Kades Pati Minta ‘Peremajaan’ Motor

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Pati Warsiti mengungkapkan ketidaksetujuannya. Karena dianggap hal itu memberatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, yang PAD nya mepet pada tahun 2022.

” Hal ini ya memberatkan Pemkab mas, hla wong PAD nya saja sudah mepet untuk tahun ini, kok minta kendaraan dinas yang tidak wajar, blas gak ada efisiennya, tanpa motor dinas dari pemerintah mereka juga sudah mempunyai motor dan mobil mewah, ” tegas Warsiti, saat diwawancarai Mitrapost.com via telepon, Jumat (4/3/22).

Baca Juga :   Komunitas Pati Peduli Bagikan Nasi Bungkus ke Warga

M Nur Sukarno juga menyampaikan imbauannya agar pihak Paguyuban Kades Kabupaten Pati bisa bersabar, karena memang PAD tahun ini tidak memungkinkan untuk merealisasikan aspirasi para kades tersebut.

” Kondisi keuangan daerah masih belum memungkinkan, apalagi tahun 2022 APBD Kabupaten Pati ada penurunan dari kondisi sebelum pandemi sebesar 400 M. Dengan kondisi keuangan tersebut belum memungkinkan untuk pemenuhan peremajaan sepeda motor yang di minta Paguyuban Kades Pati, mungkin tahun depan bisa diupayakan, ” tandasnya. (*)

Komentar

News Feed