oleh

Filosofi Pelantikan Pejabat Tinggi Hari Kamis

Rembang, SMJTimes.com Bupati Rembang, Abdul Hafidz melantik Pejabat Pimpinan Tinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rembang hari ini, Kamis (23/12/2021).

Pelantikan diselenggarakan di Pendopo RA Kartini Rembang pada hari Kamis (23/12/2021). Sebanyak 196 pejabat yang terdiri dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas dan Jabatan Fungsional turut hadir dalam pelantikan tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan alasan mengapa memilih hari Kamis dalam melantik para pejabat tinggi tersebut. Dia mengatakan, Kamis mempunyai filosofi semangat dan supportif.

“Biasanya saya itu melantik hari Jum’at, tapi saya paksa hari Kamis, karena saya lihat habitatnya baik ini. Ini yang milih Pak Wakil. Kamis itu supportif, terus cekatan dalam pekerjaan,”ungkap Bupati dalam sambutannya.

Baca Juga :   Hari Raya Iduladha, NU Care Lazisnu Lasem Galang Donasi untuk Pangungsi Palestina

Dengan filosofi demikian dan kemudian disesuaikan dengan Visi Misi Pemerintah Kabupaten Rembang, maka Bupati Rembang Abdul Hafidz memilih hari Kamis untuk menyelenggarakan pelantikan pejabat tinggi tersebut.

Di samping itu, filosofi hari Kamis juga mengandung sisi negatif seperti tidak mudah marah. Sehingga diharapkan, dengan dilantiknya para pejabat tinggi hari Kamis ini, para pengampu jabatan yang baru agar tidak mudah marah dalam menjalankan tugasnya.

“Marah itu sumber malapetaka, jadi di manapun tempatnya saya minta jangan mudah marah. Jadi yang belum pas, ya pokoknya yang penting mengabdi pada negara,” tegas Bupati di hadapan para pejabat yang dilantik.

Kemudian, Bupati juga mengingatkan kepada para pejabat tinggi yang terpilih dari seleksi terbuka pengisian JPTP agar melaksanakan tugas mereka sesuai dengan visi dan misi yang telah dipaparkan dalam proses seleksi.

Baca Juga :   Rembang Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Untuk pejabat yang dimutasi, Bupati mengimbau agar tidak merasa kecil hati. Sementara itu, untuk para pejabat yang mendapatkan promosi jika memang dirasa tidak mampu, Bupati menegaskan agar dengan kesadaran diri, para pejabat tinggi tersebut bisa mengundurkan diri dari jabatan.

“Utamanya yang nanti diseleksi melalui Pansel, nanti akan kami lihat naskah jenengan (anda sekalian). Bisa atau tidak. Kalau tidak lebih baik balik dengan gagah, yaitu mengundurkan diri,” tegas Bupati. (*)

Komentar