oleh

Usai Purna Tugas, Sekda Pati Minta Maaf

Pati, SMJtimes.com – Beberapa pejabat di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Pati telah purna tugas. Terakhir mereka mengemban tugas hingga Kamis (30/9/2021) ini.

Beberapa pejabat yang mengalami purna tugas itu yakni, Sekretaris Daerah (Sekda) Suharyono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ir Purwadi, Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati dr Subawi, Kepala Bagian (Kabag) Organisasi, Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati dan Camat Jaken.

Dalam sambutannya, mereka diwakili Suharyono. Ia menyampaikan banyak terima kasih kepada Bupati dan jajarannya yang telah memberikan petunjuk dan dukungan dalam menjalankan tugas di Pemkab Pati.

“Terima kasih kepada Forkompimda karena agenda terlaksana tanpa halangan yang berarti. Terimakasih kepada camat sehingga kita bisa memangku tugas yang diberikan Bupati dengan baik,” ungkap Suharyono.

Baca Juga :   Jumani Diminta Benahi Pola Komunikasi setelah Jadi Sekda Pati

Suharyono sudah 32 tahun menjadi abdi negara. Ia sudah pernah menjabat sebagai kepala dinas dan sekda.

“Dalam waktu yang bukan pendek. Waktu yang lama. Sehingga kegiatan berlangsung tanpa hambatan yang berarti,” katanya.

Ia juga meminta maaf kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat, lantaran di akhir jabatan terjadi musibah pandemic Covid-19, sehingga membuatnya terpaksa melakukan refocusing anggaran.

“Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membuat gelo kepada semuanya dengan adanya refocusing. Tahun ini hampir Rp 105 miliar. Sehingga mohon maaf saya sampaikan kepada kepala OPD dan camat. Apabila ada hal-hal yang kurang berkenan di hati, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” tutur Suharyono.

Baca Juga :   Jumani Dilantik Sebagai Sekda Pati

Meskipun sudah purna tugas, ia meminta kapada koleganya untuk tidak putus hubungan. “Yang penting silaturahmi tetap kita jaga, jangan hanya putus purna tugas silaturahmi berakhir. Sedulur sak lawase,” tandasnya.

Semantara itu, Bupati Haryanto dalam sabutanya mengatakan bahwa ia merasa kehilangan orang-orang yang mempunyai tugas stategis.

“Tidak ada salahnya kita tetap berhubungan baik secara kekeluargaan maupun yang lainnya. Baik tenaga ahli maupun lainnya,” pungkas Haryanto. (*)

Komentar