oleh

Satgas Covid Tak Izinkan Kampus Adakan Kegiatan KKN Menginap

Pati, SMJTimes.com – Meski pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sudah diperbolehkan untuk lembaga perguruan tinggi, Satgas Covid-19 Kabupaten Pati masih membatasi kegiatan perkuliahan praktik yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Khususnya program Kuliah Kerja Nyata (KKN) hingga saat ini masih belum boleh diselenggarakan dengan format menginap di rumah warga.

Menanggapi kebijakan tersebut  Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pati tak lantas menghapus atau menunda pelaksanaan KKN.

Kepala STAI Pati, Aida Husna mengatakan jika KKN adalah kegiatan perkuliahan yang fundamental di STAI. Oleh karena itu, daripada menghapus atau menunda mata kulaih tersebut pihaknya lebih memilih memodifikasi kegiatan KKN di masa new normal.

“Kami tidak memperbolehkan bermukim di suatu desa. Agar pembelajarannya tercapai, kami modifikasi,” kata Aida Husna saat ditemui Mitrapost.com di kantornya, Selasa (28/9/2021).

Baca Juga :   Ansor dan Banser Minta Pemkab Pati Tutup Permanen Lokalisasi

Sebagai gantinya, STAI Pati mengintegrasikan program kegiatan KKN dengan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan). Dengan syarat, mahasiswa yang menjalani PPL maupun KKN sudah divaksin Covid-19 terlebih dahulu.

“Kami mendata mahasiswa untuk divaksinasi. Dosis pertama kami daftarkan 80 orang, baru 20 orang yang sudah divaksinasi. Kami bekerjasama dengan Polres Pati,” imbuhmya.

Bagi jurusan Hukum Syariah (Hukum Islam), kegiatan dipusatkan di instansi Pengadilan Agama. Pelaksanaan kegiatannya menyesuaikan jam operasinal kantor PA. Kegiatan KKN diimplementasikan dengan penyuluhan pernikahan dini pada anak di daerah dengan tingkat perceraian tertinggi.

Sementara, untuk mahasiswa jurusan Tarbiyah (Keguruan) diterjunkan ke lembaga pendidikan sekolah se-Kabupaten Pati. Sedangkan program KKN diimplementasikan dengan mencari problem di lembaga sekolah, kemudian membuat penyuluhan terkait pemecahan masalah yang ditemukan.

Baca Juga :   Jalani Vaksinasi, Dewan Akui Seperti Digigit Semut

“Untuk jurusan Tarbiyah, kami turut serta melaksaknakan kebijakan sekolah. Kalau sekolah memperkenankan PTM terbatas, maka kami mengikuti. Sedangkan apabila tidak, maka kami siap online,” pungkasnya. (*)

Komentar

News Feed