oleh

Waspada Gejala Kanker Anus, BAB Berdarah

Mitrapost.com – Kanker anus adalah kanker atau pertumbuhan sel-sel yang cepat, tak terkendali, dan ganas pada anus. Kanker anus merupakan jenis kanker yang jarang terjadi.

Salah satu penyakit yang dikaitkan dengan kanker anus adalah infeksi HPV (human papilloma virus). Kanker anus memiliki kemungkinan untuk sembuh, terutama jika terdeteksi pada stadium awal dan segera ditangani.

Berikut ini gejala-gejala kanker anus yang patut diwaspadai merangkum Kompas.com.

  1. BAB berdarah

Melansir Very Well Health, keluarnya darah dari anus baik itu berwarna merah terang atau merah tua adalah gejala umum kanker anus.

Pendarahan ini mungkin terkait dengan keluarnya lendir di tinja juga. Namun, pendarahan mungkin tidak selalu terlihat, dan terkadang hanya terjadi pada skala mikroskopis (tidak dapat melihatnya dengan mata telanjang).

Sementara pendarahan akibat kanker dubur biasanya menyebabkan darah merah terang atau merah tua (hematochezia), jangan pernah abaikan tinja yang berwarna lebih gelap. Pendarahan yang terjadi di usus besar dan lambung sering tampak hitam dan lembek (melena), atau menyerupai bubuk kopi. Gejala ini juga bisa menjadi tanda peringatan kondisi medis yang serius.

  1. Perubahan kebiasaan BAB

Gejala kanker anus umum lainnya adalah perubahan kebiasaan BAB. Ini bisa berupa diare, sembelit, atau peningkatan maupun penurunan frekuensi BAB.

Baca Juga :   Siap Vaksinasi, Dinkes Rembang Bagi 4 Kelompok Prioritas

Dengan kanker anus, diare cukup umum terjadi. Poin penting dengan kebiasaan BAB adalah waspada terhadap perubahan BAB yang terjadi pada diri sendiri. Ini karena setiap orang memiliki kebiasaan BAB yang berbeda, dan apa yang normal untuk satu orang mungkin tidak untuk orang lain.

Perubahan kebiasaan BAB memang bisa menjadi tanda kanker anus. Tapi, ada banyak kondisi lain yang bisa juga menyebabkan kondisi tersebut. Misalnya saja, masalah kecil seperti pola makan kurang sehat. Meski demikian, Anda sebaiknya dapat berkonsultasi dengan dokter saat mengalami perubahan kebiasaan BAB.

  1. Tekanan pada anus

Gejala umum lain dari kanker anus adalah adanya tekanan atau rasa penuh pada anus. Tenesmus, yakni merasa seperti tidak dapat sepenuhnya mengosongkan isi perut atau tak tuntas BAB juga menjadi gejala kanker anus.

Baca Juga :   Benarkah Konsumsi Daging Merah Memicu Kanker?

Massa di rektum dapat memberikan sensasi pengosongan yang tidak tuntas (tenesmus), bahkan jika Anda tidak perlu lagi BAB.

  1. Tinja berubah tipis

Perubahan pola BAB berupa tinja tipis atau seperti pita maupun pensil dapat mengindikasikan adanya masalah dalam anus. Pertumbuhan tumor atau kanker di usus besar atau rektum yang sebagian menghalangi saluran dapat mengubah ukuran dan bentuk tinja saat keluar dari tubuh.

Kondisi lain yang juga dapat menyebabkan tinja tipis, yakni polip jinak besar atau wasir. Jika Anda mendapati perubahan pola BAB ini, sebaiknya jangan ragu berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebabnya.

  1. Kram dan sembelit

Pendarahan mikroskopis akibat kanker anus sering menyebabkan anemia.

Sementara, anemia ini pada gilirannya dapat menyebabkan:

  • Kelelahan (biasanya gejala pertama yang diperhatikan orang) atau kelemahan
  • Sesak napas, seringkali hanya dengan aktivitas pada awalnya
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Detak jantung tidak teratur
  • Kebanyakan orang terkadang merasa lelah, tetapi kelelahan yang mengganggu aktivitas sehari-hari bisa jadi merupakan gejala dari masalah medis yang mendasarinya.
  1. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan

Banyak orang menyambut baik penurunan berat badan yang tidak terduga. Tetapi, jika Anda kehilangan berat badan dan tidak mengubah pola makan atau olahraga, ada alasan untuk khawatir.

Baca Juga :   Dinkes Pati Beri Tips Minimalisir Efek Samping Usai Vaksinasi

Penurunan berat badan yang tidak disengaja didefinisikan sebagai kehilangan lebih dari 5 persen dari berat badan Anda selama periode 6-12 bulan tanpa mencoba. Contohnya adalah orang dengan berat 90 kg kehilangan 4,5 kg selama periode enam bulan.

Namun, kanker rektum hanyalah salah satu kemungkinan penyebab gejala ini. Jadi penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan selalu layak untuk dikonsultasikan dengan dokter. (*)

 

Komentar

News Feed