oleh

Kaya Serat dan Antioksidan, Berikut Manfaat Beras Cokelat

SMJTimes.com – Beras cokelat menjadi salah satu alternatif karbohidrat pengganti beras putih yang dianggap jauh lebih sehat.

Biasanya, beras cokelat menjadi pilihan bagi mereka yang tengah menjalani program diet. Padahal, manfaat beras merah tak hanya sekadar menurunkan berat badan.

Beras cokelat merupakan biji-bijian utuh yang tidak dimurnikan. Produksi beras jenis ini dengan cara membuang kulit biji beras di sekitarnya.

Berbeda dengan beras putih, beras cokelat memiliki tekstur yang lebih kenyal ketika masak menjadi nasi.

Jika dibandingkan dengan beras putih, beras cokelat dianggap lebih sehat dan kaya nutrisi. Pasalnya, proses penggilingan yang mengubah butiran cokelat menjadi beras putih ternyata dapat menghilangkan sebagian besar nilai gizi beras.

Beras cokelat kaya akan mineral yang penting seperti mangan, zat besi, seng, fosfor, kalsium, selenium, magnesium, dan kalium.

Vitamin yang terkandung di dalamnya termasuk vitamin B, yakni vitamin B1 (tiamin), vitamin B3 (niasin), dan vitamin B6, folat, vitamin E (alfa-tokoferol), dan vitamin K.

Baca Juga :   Kenali Apa Itu Diet Ketogenic

Selain itu, beras cokelat memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan tubuh. Berikut ini manfaat mengonsumsi beras cokelat.

  1. Membantu mengelola diabetes

Memiliki kadar indeks glikemik (GI) yang rendah membuat beras cokelat bisa membantu orang yang mengonsumsinya mengurangi lonjakan iinsulin dan membantu menstabilkan kadar gula darah dalam darah.

Jika dibandingkan, GI pada beras putih senilai 72, sementara itu pada beras cokelat sebesar 50.

Selain itu, menurut penelitian beras cokelat kaya akan asam fitat, serat, dan polifenol esensial. Ini merupakan jenis karbihidrat kompleks yang membantu pelepasan gula lebih lambat dibandingkan dengan nasi putih.

  1. Melancarkan pencernaan

Beras cokelat memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Sehingga kandungan serat itulah yang membantu mengatur pergerakan usus dan membuat kita merasa cepat lebih kenyang.

Baca Juga :   Belehkah Penderita Diabetes Konsumsi Kurma saat Berbuka?

Menurut studi, lapisan dedak pada beras cokelat menyebabkan pengosongan lambung lebih lambat, sehingga membuat kenyang lebih lama dan memadatkan tinja.

Kandungan serat yang tinggi pada beras cokelat juga membantu mengatasi masalah lain, seperti sembelit dan radang usus besar.

  1. Mengandung antioksidan

Beras cokelat memiliki lebih banyak fitokimia yang menunjukkan aktivitas antioksidan, terutama jika dibandingkan dengan nashi putih atau biji-bijian yang banyak diproses.

Tak hanya itu, beras cokelat juga kaya akan flavonoif seperti flavon dan tricin, antara lain yang menambahkan aktivitas antioksidannya.

Antioksidan merupakan senyawa yang melindungi sel dari stress oksidatif yang disebabkan oleh molekul yang dikenal sebagai radikal bebas.

Stres oksidatif dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa kondisi kronis, termasuk penyakit jantung, Alzheimer, dan bentuk kanker tertentu.

  1. Mencegah obesitas

Menurut sebuah penelitian menyebut, beras merah memiliki dampak positif bagi tubuh terkait penurunan indeks massa tubuh dan lemak.

Baca Juga :   Kaya Antioksidan, Ketahui Fakta Nutrisi Buah Naga

Tak hanya itu, beras cokelat juga mampu meningkatkan aktivitas glutathione peroxidase, yang merupakan enzim antioksidan yang berkaitan dengan peningkatan kadar kolesterol HDL atau kolesterol baik pada orang gemuk.

  1. Bersifat neuroprotektif

Memiliki pola makan tinggi kolestrol dapat meningkatkan risiko gangguan neurodegenerative dan mengganggu kinerja kognitif.

Beras cokelat dapat membantu mengurangi kadar kolesterol dengan menggantinya dengan kandungan yang lebih sehat, yakni serat.

Komentar

News Feed