oleh

Berisiko Terinfeksi Covid-19 Meski Sudah Divaksin, Ini Penyebabnya

Pati, SMJTimes.com – Meskipun masyarakat telah divaksin, namun tetap saja masih memiliki risiko terpapar covid-19. Hal ini terjadi di beberapa kasus.

Di antaranya, salah warga Perumahan RSS Sidokerto yang telah divaksinasi sebanyak dua kali dosis tetapi ia terinfeksi virus corona dan mengakibatkan pada Hari Raya Idulfitri lalu harus melakukan karantina di RSUD RAA Soewondo.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, oleh Joko Leksono Widodo, mencoba menjelaskan fenomena ini.

Ia menuturkan bahwa vaksin itu dalam rangka mengenalkan tubuh terhadap virus Corona. Sehingga tubuh akan merespons untuk kemudian akan membentuk sistem kekebalan. Namun, dalam realisasinya setiap tubuh manusia memiliki respons yang berbeda-beda setelah mendapatkan vaksin.

Baca Juga :   Update Kasus Covid-19 di Kabupaten Pati Hingga 23 September 2020

Ia sebetulnya berharap setelah divaksin respons antibodi tubuh bisa sampai 150. Namun, kenyataannya kabanyakan respons tubuh masih dibawah tersebut. Sehingga masih riskan terpapar covid-19.

“Harapan Kemenkes kan sampai 150. Kalau masih di bawah itu, jujur aja kalau pas kita ndak kuat ya pasti bisa kena. Masih riskan juga,” ujarnya.

Vaksin, lanjutnya, memang dalam rangka membentuk kekebalan. Namun masyarakat sendiri juga tidak pernah mengecek seberapa tingkat besar kekebalan setiap harinya. Pihaknya pun tidak mungkin mengecek satu persatu.

“Kalau respons orang kan lain-lain. Ada yang responnya bagus ada yang nggak berespon, tapi kita kan nggak ngecek satu-satu,” paparnya.

Ia juga menambahkan, bahwa alat pengeceknya yang bernama viral load harganya juga tidak murah. Jadi menurutnya masyarakat sudah divaksin atau belum, protokol kesehatan harus tetap diberlakukan.

Baca Juga :   Pelayanan di Kantor Imigrasi Menggunakan Protokol Kesehatan yang Ketat

Namun, memang akan berbeda antara masyarakat yang sudah divaksin dan belum ketika terpapar covid-19. “Setelah vaksin harapannya orang punya kekebalan, sehingga kalau pun kena kan tidak sampai jatuh sakit, karena sudah mengenal, beda kalau belum divaksin,” katanya.

Oleh karenanya, baik WHO maupun Kemenkes tetap mengharuskan masyarakat terus memakai masker. Meskipun masyarakat telah divaksin. Hal ini sebagai bentuk kewaspadaan untuk menghindari terpaparnya covid-19. (*)

Artikel ini telah tayang di Mitrapost.com dengan judul “Meski Telah Divaksin Tetap Berisiko Terpapar Covid-19, Ini Penyebabnya”

Komentar

News Feed