oleh

Berikut Tanda dan Risiko Hiperseks

Faktor lainnya yang mungkin berpengaruh dan mendorong seseorang menjadi hiperseksual adalah hormon yang tidak seimbang. Androgen adalah hormon seks yang memengaruhi libido.

Saat tubuh memproduksi terlalu banyak androgen, hal tersebut dapat meningkatkan risiko seseorang menjadi pecandu seks.

Senyawa kimia otak juga disinyalir menjadi sebab pecandu seks. Penelitian menunjukkan orang dengan kecanduan seks mungkin memiliki perbedaan neurokimia di pusat otak.

Risiko kecanduan seks

Jika tak mendapatkan penanganan yang tepat, pecandu seks dapat berdampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain

Berikut ini risiko yang dihadapi pecandu seks.

  1. Membahayakan kesehatan

Seiring perkembangan gangguan mental, para pecandu seks cenderung akan meningkatkan intensitas tindakan, termasuk melakukan hubungan seks tanpa pelindung dan kerap berganti pasangan dalam waktu yang relatif dekat.

Baca Juga :   4 Cara Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

Hal ini berisiko menimbulkan beberapa penyakit kelamin seperti HIV/AIDS, hepatitis, sifilis, gonore atau kencing nanah, infeksi klamidia, dan sebagainya.

  1. Pelanggaran hukum

Salah satu bahaya hiperseksual adalah mengganggu kesehatan mental. Pecandu seks juga berisiko melakukan perbuatan seks menyimpang.

  1. Mengganggu pekerjaan

Kecanduan seks berpotensi menurunnya produktivitas kerja. Kinerja akan terganggu dan mudah terdistraksi karena terfokus pada suatu hal yang berbau seksual.

  1. Merusak hubungan dengan pasangan

Hiperseksual berpotensi merusak hubungan serta menghancurkan rasa percaya pasangan. Pasangan akan merasa terasing, terisolasi, tertekan, marah, bahkan terhina.

Perlu diingat, penanganan hiperseksual dapat berbeda-beda tiap individu. Hal ini sesuai dengan kondisi kesehatan dan mental seserang. Oleh karenanya, penting bagi pecandu untuk menghubungi ahli untuk melakukan pengobatan.

Baca Juga :   Tips Mengatasi Bintik Hitam di Wajah

 

Komentar