oleh

Petani Bisa Sejahtera dengan Memangkas Rantai Distribusi Produk

Pati, SMJTimes.com – Anggota Komisi B, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Narso mengatakan panjangnya rantai distribusi hasil pertanian dapat diatasi dengan menata alur perdagangan dari petani ke pembeli, salah satunya pendekatan digital.

Masalah yang dialami petani, sebelum komoditas panen sampai ke tangan konsumen, produk pertanian selalu melalui perantara atau pengepul, dari pengepul baru masuk ke pasar besar, baru didistribusikan ke pengecer dan konsumen.

“Jadi keuntungan habis di jalur perdagangan. Kalau jalur biasa dari petani ke tengkulak, dari tengkulak ke pedagang besar, ke pasar, pengecer ke konsumen,” ungkap Anggota Dewan dan Politisi di Partai PKS itu, Jumat (29/1/2021).

Baca Juga :   Dilema Simulasi Pembelajaran Tatap Muka di Tahun 2021

Sebelum melewati proses tersebut, petani padahal harus melewati tantangan yang cukup beragam, mulai dari harus mengeluarkan biaya perawatan, beli pupuk dan obat tanaman. Bila harus dibebani lagi dengan ongkos distribusi tentunya petani hanya meraup untung yang tak seberapa.

Dengan pemotongan jalur distribusi maka petani pun dapat merasakan keuntungan yang setimpal dengan modal dan kerja kerasnya.

“Maka diharapkan dapat dipangkas jalur itu sehingga petani masih bisa menikmati harga yang bagus saat ini,” imbuhnya.

Memotong jalur distribusi memang seluruhnya tidak dapat dibebankan kepada pemerintah. Narso meminta kepada para petani memunculkan sikap kreatif.

“Memang butuh solusi kreatif dan cerdas dari semua pelaku ekonomi terutama di sektor hortikultura untuk mengejar atau memotong jalur distribusi tadi,” kata Narso.

Baca Juga :   Ketua DPC Partai PPP Konfirmasi Pengunduran Diri Salah Satu Anggotanya dari Caleg DPRD Pati

Salah satu langkah yang bisa diterapkan diantaranya melakukan digitalisasi pada komoditas pertanian. Petani dapat melibatkan diri ke market place seperti di facebook, start up Sayurbox, atau bekerjasama dengan pihak ojek online untuk menjajakan barang dagangan secara digital.

Digitalisasi produk tentunya perlu pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Pati, karena tak semua melek teknologi.  (ADV)

Komentar

News Feed